BAHASA INDONESIA_UT



MKDU4110 - BAHASA INDONESIA
Mohamad Yunus, S.S., M.A. 


RANGKUMAN
MODUL 1

Hakikat Membaca


Kegiatan Belajar 1

Konsep Membaca
          
Membaca ialah kegiatan menyerap informasi yang diperoleh dari bahan visual atau tertulis. Aktivitas ini melibatkan informasi visual (mata, tulisan, cahaya) dan informasi nonvisual (pengetahuan tentang bahasa, pengalaman membaca, dan wawasan tentang materi bacaan.
          
Informasi visual diserap melalui mata untuk diteruskan pada otak. Otaklah yang menafsirkan dan mengolah apa yang ditangkap oleh mata.
          
Membaca bukanlah kegiatan serta merta atau spontan. Otak memiliki keterbatasan untuk mengolah semua informasi visual. Oleh karena itu, pembaca perlu menggunakan informasi nonvisualnya untuk mengurangi beban otak dengan menghindari membaca hal - hal yang tidak penting atau yang tidak diperlukan dalam membaca. Implikasi dari keterbatasan daya tampung dan daya olah otak dalam membaca ialah membaca hendaknya dilakukan secara cepat, selektif, dan menggunakan secara optimal informasi nonvisual yang dimiliki pembaca.


=====================================

Kegiatan Belajar 2

Strategi Membaca dan Merekam Hasil Baca
          
Mitos atau kepercayaan yang salah tentang membaca, strategi membaca, serta kemampuan merekam dan mengorganisasikan hasil baca, adalah faktor - faktor yang menentukan keberhasilan membaca.
          
Mitos membaca seperti membaca itu menghafal, sulit dan buang waktu, harus dilakukan terhadap seluruh bacaan secara perlahan dan kata per kata, dan dapat dilakukan asal - asalan, harus dibuang dan diganti dengan pengetahuan dan keyakinan tentang membaca yang lebih baik.
          
Sementara itu, pengetahuan dan keterampilan membaca pun perlu terus dilatih agar dapat menjadi pembaca efisien. Dalam membaca, pembaca mahir melakukan kegiatan prabaca dan prediksi, memiliki fokus yang jelas sehingga dapat memantau keterarahan aktivitas membacanya. Bahkan lebih dari itu, ia pun dapat mengecek dan menilai sendiri tingkat pemahaman hasil bacanya. Akan sangat baik, jika keterampilan strategi membaca itu juga ditopang dengan kemampuannya merekam dan mengorganisasikan hasil baca. Untuk keperluan tersebut dapat digunakan teknik kerangka bacaan, pemetaan, dan ringkasan hasil baca.


=====================================
MKDU4110 - BAHASA INDONESIA
Dra. Tri Wahyuni
Drs. Zainuddin

RANGKUMAN
MODUL 2

Strategi Membaca Efektif 


Kegiatan Belajar 1

Metode SQ3R 
           
Metode SQ3R yang dikembangkan oleh Prof. Francis P. Robinson ini sangat baik digunakan untuk keperluan studi. Metode SQ3R ini terdiri dari lima langkah, yaitu : Survey (penelaahan pendahuluan), Question (bertanya), Read (membaca), Recite (mengutarakan kembali), dan Review (mengulang kembali). Kelima langkah tersebut masing - masing mempunyai manfaat yang saling mendukung.
          
Manfaat secara umum metode ini adalah membantu Anda untuk mengambil sikap, bahwa buku yang akan Anda baca tersebut sesuai keperluan/kebutuhan atau tidak. Metode ini bertujuan untuk membekali Anda dengan suatu pendekatan sistematis terhadap jenis - jenis membaca. Tujuan tersebut mencerminkan bekal untuk keperluan peningkatan cara belajar sistematis, efektif, dan efisien.


Tes Formatif 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !!! 

1). Metode SQ3R lebih tepat digunakan untuk .....
A. membaca novel
B. keperluan studi
C. membaca kamus
D. keperluan membeli buku

2). Bagian yang harus Anda baca secara sekilas adalah .....
A. bagian pendahuluan buku
B. bagian isi buku
C. bagian isi buku dan akhir buku
D. bagian pendahuluan, isi, dan akhir buku

3). Bagian pendahuluan buku terdiri atas .....
A. sampul luar
B. sampul luar dan kata pengantar
C. daftar isi dan kata pengantar
D. sampul luar, sampul dalam, kata pengantar, tinjauan buku, daftar isi

4). Indeks buku terdapat dalam bagian .....
A. pendahuluan
B. daftar isi
C. bagian akhir buku
D. bagian isi buku

5). Mengutarakan kembali isi bacaan yang telah Anda baca merupakan langkah .....  
A. read
B. question
C. recite
D. review

6). Gambaran umum isi buku dapat Anda peroleh dalam langkah .....
A. survey
B. read
C. recite
D. question

7). Langkah - langkah SQ3R yang paling tepat adalah .....
A. survey, question, read, review, recite
B. survey, question, read, recite, review
C. survey, question, recite, read, review
D. survey, question, recite, review, read

8). Kegiatan membaca pada langkah ketiga metode SQ3R sebaiknya membaca .....
A. sekilas
B. cepat
C. kritis
D. santai

9). Bila buku yang Anda baca memuat tabel atau grafik, Anda harus memahaminya dengan baik. Pernyataan di atas dapat Anda laksanakan pada langkah .....
A. kedua
B. ketiga
C. keempat
D. kelima

10). Salah satu manfaat metode SQ3R adalah dapat membuat pembaca lebih fleksibel, maksudnya pembaca dapat .....
A. membaca kapan saja
B. menentukan bagian yang perlu dibaca lebih dulu
C. mengenal lebih baik buku yang dibaca
D. mengatur kecepatan membacanya


=====================================

Kegiatan Belajar 2

Membaca Cepat dan Efektif
          
Kegiatan membaca cepat merupakan suatu kebutuhan. Realita menuntut kita untuk memiliki kemampuan membaca cepat mengingat begitu banyaknya informasi melalui berbagai media cetak yang terbit berjuta - juta eksemplar setiap harinya atau karena kebutuhan penyelesaian tugas atau lainnya. Membaca cepat pada hakikatnya merupakan kegiatan membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak melupakan masalah pemahaman serta mengatur irama sesuai dengan keadaan bahan yang dibacanya.
          
Membaca cepat memiliki tujuan antara lain untuk: mengenali topik bacaan, mengetahui pendapat orang lain (opini): untuk mendapatkan bagian penting yang kita perlukan tanpa membaca seluruhnya : mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok: dan untuk menyegarkan kembali apa yang pernah dibaca.
          
Ada beberapa faktor yang menghambat kecepatan membaca, yaitu vokalisasi atau membaca dengan bersuara atau bergumam, menggerakkan bibir atau pada saat membaca, menunjuk dengan jari atau benda lain, kebiasaan selalu kembali (regresi) ke belakang, dan subvokalisasi atau melafalkan dalam hati atau pikiran kata-kata yang dibaca.
          
Ada dua teknik membaca cepat yang dapat digunakan, yaitu Skimming dan ScanningSkimming adalah upaya untuk mengambil intisari dari suatu bacaan, yaitu ide pokok atau detail penting. Scanning adalah teknik membaca cepat untuk memperoleh suatu informasi tanpa membaca yang lain - lain, tetapi langsung pada masalah yang dicari. 


=====================================
MKDU4110 - BAHASA INDONESIA
Mayang Sari, S.S., M.Hum


RANGKUMAN
MODUL 3

Tulisan Ilmiah


Kegiatan Belajar 1

Bahasa Ilmiah
          
Bahasa ilmiah sebagai alat ekspresi dari logika berpikir akan mencerminkan cara berpikir penulis. Bahasa karangan yang kacau menggambarkan kekacauan pikiran penulisnya. Itulah sebabnya, untuk dapat menulis ilmiah dengan tertib dan sistematis, kita harus mengetahui ciri - ciri bahasa ilmiah.

Ada tiga ciri - ciri bahasa ilmiah, yaitu :
  1. Lugas, artinya tidak menimbulkan penafsiran dan makna ganda (ambigu).
  2. Baku, artinya sesuai dengan kaidah tata bahasa baku, bahasa Indonesia, baik dari segi ejaan, pembentukan kata, maupun struktur kalimatnya.
  3. Efektif, artinya mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga pembaca dapat memahami gagasan penulis dengan mudah, jelas, dan lengkap.
          
Masih ada satu lagi ciri khas bahasa ilmiah, yaitu memakai istilah - istilah khusus yang berlaku untuk satu disiplin ilmu tertentu dan menggunakan notasi ilmiah.


=====================================

Kegiatan Belajar 2

Notasi Ilmiah
          
Notasi ilmiah meliputi teknis penulisan kutipan, catatan kaki dan daftar pustaka. Prinsip mengutip:
  1. Tidak boleh mengubah (menambah dan mengurangi, bahkan memperbaiki kesalahan ketik) untuk kutipan langsung.
  2. Jangan memasukkan pendapat pribadi.
  3. Tanggung jawab isi kutipan terletak pada penulis.

          
Catatan kaki diperlukan untuk menempatkan catatan referensi dan isi. Catatan tersebut dapat diletakkan di bawah teks (footnote) maupun di akhir tulisan (endnote). Data yang harus dicatat saat mengutip yaitu sumber kutipan, isi kutipan, dan halaman tempat kutipan.
          
Daftar pustaka diperlukan untuk menuliskan sumber - sumber rujukan baik langsung maupun tak langsung. Daftar pustaka ditulis dengan urutan : nama pengarang, judul, seri, dan impresum.


=====================================
MKDU4110 - BAHASA INDONESIA


RANGKUMAN
MODUL 4

Kalimat Efektif dalam Karangan


Kegiatan Belajar 1

Ejaan yang Disempurnakan
           
Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah pelambangan bunyi bahasa (pemisahan dan penggabungannya), dalam suatu bahasa. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan " rambu - rambu bahasa tulis " yang harus dipatuhi pemakai bahasa Indonesia.
         
Ada lima aspek yang diatur dalam EYD. Kelima aspek itu ialah pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca. Penulisan huruf mengatur penulisan huruf kapital dan huruf miring. Penulisan kata membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya, sedangkan pemakaian tanda baca membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan dengan kaidahnya masing - masing.


=====================================

Kegiatan Belajar 2

Pilihan Kata (Diksi)
          
Pilihan kata atau diksi pada dasarnya adalah upaya memilih kata yang tepat sesuai dengan ide/gagasan yang ingin kita sampaikan. Kata yang terpilih harus memenuhi kriteria kejelasan, ketepatan, dan kemenarikan. Untuk dapat memilih kata yang tepat diperlukan beberapa persyaratan, yaitu dapat membedakan antara : denotasi dan konotasi, kata - kata abstrak, serta dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.


=====================================

Kegiatan Belajar 3

Kalimat
          
Kalimat bukan sekedar rangkaian kata - kata, tetapi rangkaian kata - kata yang bermakna. Rangkaian yang mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturan. Kalimat sebagai bagian dari ujaran, memiliki struktur minimal atas subjek (S) dan predikat (P), sedangkan unsur kalimat lainnya adalah Objek (O), Keterangan (K), dan Pelengkap (Pel).
          
Unsur yang paling utama dalam kalimat adalah predikat. Predikat (P) adalah bagian kalimat yang menyatakan sesuatu tentang subjek (S). Predikat berfungsi memberitahukan melakukan apa, mengapa, berapa, dalam keadaan apa, atau bagaimana S itu.
          
Objek (O) dalam kalimat bahasa Indonesia adalah bagian kalimat yang melengkapi apa yang telah dijelaskan predikat.
          
Keterangan adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lain. Keterangan (Ket) dalam kalimat bahasa Indonesia dapat berada di awal, di tengah, dan juga di akhir kalimat. Pengisi Ket, umumnya berupa frasa berpreposisi. Berdasarkan maknanya, terdapat bermacam - macam Ket : Ket. tempat, Ket. waktu, Ket. alat, Ket. tujuan, Ket. cara, Ket. penyerta, Ket. simulatif, Ket. penyebaban, dan Ket. kesalingan.
          
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengarnya. Untuk mencapai keefektifan tersebut, sebuah kalimat harus memenuhi kriteria kesatuan gagasan, kepaduan unsur, keparalelan bentuk, ketepatan makna, kehematan kata, dan kelogisan bahasa.


=====================================
MKDU4110 - BAHASA INDONESIA


RANGKUMAN
MODUL 5

Perencanaan Karangan


Kegiatan Belajar 1

Topik dan Tema
          
Untuk memulai karangan, hal yang pertama dan utama adalah memilih topik. Topik adalah pokok pembicaraan atau pokok permasalahan. Untuk dapat memastikan apakah topik yang Anda pilih baik, pastikanlah bahwa topik yang Anda pilih sesuai dengan latar belakang pengetahuan dan minat Anda, topik juga harus menarik minat pembaca, dapat ditunjang oleh referensi lain, dan ruang lingkupnya terbatas. Adapun yang dimaksud dengan tema adalah pokok pemikiran atau tujuan yang hendak disampaikan oleh penulis.


=====================================

Kegiatan Belajar 2

Kerangka Karangan
          
Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan karangan. Kerangka karangan tersebut sangat bermanfaat bagi pengarang dalam hal mempermudah pengarang menuliskan gagasannya. Kerangka karangan dapat dibuat dalam bentuk kerangka topik yang terdiri atas kata/frasa/klausa dan kerangka kalimat yang berupa kalimat lengkap. Kerangka karangan tersebut dapat disusun menurut pola alamiah atau pola logis.


=====================================
MKDU 4110 - BAHASA INDONESIA



RANGKUMAN
MODUL 6

Pengembangan Karangan


Kegiatan Belajar 1

Alinea            
          
Alinea adalah satuan bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun atau memadukan beberapa kalimat menjadi alinea, yang perlu diperhatikan adalah kepaduan kalimatnya. Kalimat yang membentuk alinea harus memperhatikan kesatuan pikiran. Selain itu, kalimat - kalimat tersebut harus saling berkaitan dan hanya membicarakan satu gagasan.
           
Alinea dapat dibedakan berdasarkan posisi kalimat topiknya, fungsinya dalam karangan, dan menurut sifat isinya. Menurut posisi kalimat topiknya, alinea dibedakan atas alinea : deduktif, induktif deduktif - induktif, dan alinea penuh kalimat topik. Menurut fungsinya alinea dibedakan atas alinea ; pembuka, pengembang, dan penutup sedangkan berdasarkan sifat isinya, alinea dibedakan atas alinea : naratif, deskriptif, persuasif, argumentatif, dan ekspositoris.


=====================================

Kegiatan Belajar 2

Metode Pengembangan Alinea
          
Pengembangan alinea erat kaitannya dengan posisi kalimat topik, fungsi, dan sifat isi alinea itu sendiri. Berdasarkan ketiga faktor tersebut dipilihlah metode yang paling tepat untuk mengembangkan alinea. Metode - metode tersebut di antaranya : metode definisi, metode proses, metode contoh, metode sebab - akibat, metode umum - khusus, dan metode klasifikasi.


=====================================

Kegiatan Belajar 3

Penulisan Karangan
          
Mengarang tidak lain dari kegiatan merangkai atau menyusun kata, frasa, kalimat, dan alinea yang dipadukan dengan topik dan tema tertentu untuk memperoleh hasil akhir berupa karangan. Karangan itu sendiri tidak lain dari penjabaran gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik atau pokok bahasan.
          
Berdasarkan cara penyajian pokok bahasannya, tipe karangan dibedakan atas : karangan narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi.


=====================================

Kegiatan Belajar 4

Penyuntingan Karangan
           
Penyuntingan karangan adalah kegiatan memeriksa karangan guna memastikan bahwa karangan tersebut bebas dari kesalahan yang mungkin terjadi. Kesalahan pada dasarnya dapat dibedakan atas :
  1. Kesalahan yang menyangkut masalah kebahasaan, dan 
  2. Kesalahan yang berkaitan dengan teknis pengetikan
          
Untuk hal - hal yang berhubungan dengan kebahasaan, kita dapat menambah, mengganti, atau menghilangkan sebuah kata/frasa/klausa, sedangkan kesalahan yang menyangkut teknis pengetikan, dikoreksi dengan tanda - tanda tertentu.


=====================================
MKDU4110 - BAHASA INDONESIA


RANGKUMAN
MODUL 7

Membaca Kreatif


Kegiatan Belajar 1

Hakikat Membaca Kreatif
          
Membaca ada bermacam - macam, di antaranya membaca nyaring, membaca pemahaman, membaca kritis. Salah satu macam membaca yang juga layak kita pelajari adalah membaca kreatif.
          
Dengan membaca kreatif, kita mendapatkan manfaat dari bahan - bahan yang kita baca. Manfaat membaca bisa berupa pengayaan pengetahuan, wawasan, juga manfaat praktis dalam arti hasil baca dapat kita terapkan untuk keperluan hidup sehari - hari.
          
Membaca kreatif termasuk membaca tingkat tinggi dan bertujuan ekspresif. Dikatakan bertujuan ekspresif karena kegiatan membaca kreatif tidak berhenti saat pembaca menyelesaikan bacaannya. Namun, kegiatan ini bertindak lanjut, yakni pembaca diharapkan mampu menyusun ringkasan, meresensi, membuat kerangka bacaan, mampu menerapkan hasil bacanya guna memecahkan persoalan dalam kehidupan, dan mampu menulis esai balikan.


=====================================

Kegiatan Belajar 2

Penerapan Metode Membaca Kreatif
          
Bertolak dari ciri membaca kreatif dan kemampuan yang dimiliki pembaca kreatif, penerapan metode membaca kreatif dibahas dalam kegiatan belajar ini. Seorang pembaca disebut sebagai pembaca kreatif jika sesudah kegiatan membaca yang dilakukannya, ia tidak berhenti sampai pada menutup buku atau bahan bacaan lainnya. Namun, sebagai tindak lanjut dan bukti - buktinya adalah ia mampu menarik simpulan atas fakta dari bahan bacaan yang dibacanya dan mampu menindaklanjuti pemikiran penulis bahan bacaan yang sudah dibacanya.
          
Menarik simpulan dari fakta yang dibacanya diwujudkan dalam bentuk mampu membuat ringkasan bacaan dan menyusun kerangka bacaan. Kedua kemampuan ini berhasil dikerjakannya karena ia mampu mengidentifikasi ide - ide yang menonjol dalam bahan yang dibacanya. Selanjutnya, melanjutkan pemikiran penulis diwujudkan pembaca kreatif dalam bentuk kemampuan menulis resensi, kemampuan menerapkan hasil bacanya guna pemecahan persoalan dalam konteks hidup sehari - hari, dan kemampuan menulis esai balikan atas esai yang dibacanya.


=====================================
MKDU4110 - BAHASA INDONESIA


RANGKUMAN
MODUL 8

Teknik Membaca Puisi 


Kegiatan Belajar 1

Pendekatan Utama dalam Memahami Unsur - unsur yang Membangun Puisi
          
Menurut Tzvetan Todorov's 3 hal yang muncul dalam kegiatan membaca sastra :
  1. Proyeksi, yaitu kegiatan untuk memahami unsur - unsur di luar teks yang secara bersama - sama mendukung atau mempengaruhi kehadiran teks.
  2. Komentar, yaitu kegiatan memahami isi (bagian teks yang belum dimengerti),dan
  3. Puitika, yakni kegiatan untuk memahami kaidah - kaidah abstrak yang secara intrinsik terdapat dalam teks sastra itu sendiri.
       
Enam pendekatan utama yang dapat diterapkan untuk mengapresiasi puisi adalah pendekatan :
  1. Historis
  2. Sosiopsikologis
  3. Emotif
  4. Didaktik
  5. Parafrastik, dan
  6. Analitik
          
Pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis unsur - unsur yang membangun sebuah puisi adalah pendekatan analisis. Dalam penerapannya, penelaah menyingkapi puisi sebagai suatu realitas yang memiliki keunikan yang berbeda dengan teks bacaan yang lain. Penelaah menyikapi puisi sebagai suatu kesatuan yang dibentuk oleh unsur - unsur tertentu. Setiap unsur intrinsik dapat dianalisis sebagai sesuatu yang terpisah mskipun pada akhirnya kegiatan itu akan menggiring penganalisis pada suatu kesimpulan yang mendukung suatu gagasan. Pendekatan ini menitikberatkan pada analisis unsur literal dan dilaksanakan berdasarkan landasan teori tertentu.
          
Dalam penulisan puisi bahasa berperan untuk menyampaikan gagasan pikiran, perasaan, menimbulkan kesan, dan memberi efek keindahan. Kemampuan penyair dalam memilih dan menata bahasa sebagai sarana ekspresi tidak dapat dipisahkan dari upaya penyair untuk membangun gagasan atau makna yang ingin diungkapkan. Unsur - unsur bahasa (lapis bentuk) berwujud : bunyi, kata, larik atau baris, bait, dan tipografi. Pada sisi yang lain, lapis makna menurut I.A. Richards, seperti dikutip Aminuddin (1987 : 149) menyebutkan bahwa lapis makna terdiri atas :
  1. Gambaran umum isi puisi ( sense ).
  2. Gagasan pokok ( subject matter ).
  3. Sikap ( perasaan ) penyair ( feeling ).
  4. Nada ( tone ), totalitas makna ( total of meaning ), dan
  5. Tema ( theme ).


Tes Formatif 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !!! 

1. Gagasan utama yang dikembangkan Taufik Ismail dalam puisi Pangeran Diponegoro, Magelang, 28 Maret, 1830, diperoleh dari ..... A
  1. peristiwa sejarah yang terekam dalam lukisan Raden Saleh
  2. riwayat hidup Pangeran Diponegoro yang terekam dalam lukisan
  3. perang kemerdekaan Indonesia melawan penjajah Belanda 

2. Pendekatan yang paling tepat untuk menganalisis unsur kesejahteraan dan kondisi psikologis masyarakat dalam teks puisi di atas adalah ..... C
  1. pendekatan dedaktis
  2. pendekatan historis
  3. pendekatan sosiopsikologis

3. Pada puisi di atas, Pangeran Diponegoro digambarkan oleh penyair sebagai sosok pejuang yang memiliki karakter ..... D
  1. taat dalam menjalankan agama
  2. gigih dalam berjuang
  3. ikhlas dalam berjuang

4. Apabila dianalisis dengan pendekatan didaktis, nilai - nilai pendidikan yang disampaikan oleh penyair dalam puisi di atas adalah ..... D
  1. Pangeran Diponegoro adalah sosok pejuang yang memiliki jiwa yang bersahaja dan ikhlas.
  2. Pangeran Diponegoro rela meninggalkan kehidupan pribadi dan keluarga kerajaan yang berkecukupan untuk berjuang melawan penjajah Belanda.
  3. sejarah akan mencatat dengan tinta emas keikhlasan perjuangan Pangeran Diponegoro untuk membela tanah air.

5. Pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis makna paparan dan unsur - unsur dalam puisi adalah ..... B
  1. pendekatan parafrastis
  2. pendekatan emotif
  3. pendekatan analitik
6. Teks puisi di atas ditulis penyair berdasarkan kisah perjuangan ..... A
1. Jenderal Sudirman
2. para gerilyawan ( pasukan Jenderal Sudirman )
3. para pejuang kemerdekaan Indonesia

7. Sikap penyair dalam puisi di atas adalah ..... A
  1. Sangat mencintai tanah airnya
  2. Rela berkorban jiwa - raga untuk membela tanah airnya
  3. Sangat mengharap Jenderal Sudirman segera meneruskan perang gerilya

8. Makna judul Lagu Daripada Pasukan Terakhir jika dihubungkan dengan isi puisi adalah ..... D
  1. Kegalauan hati seorang pejuang ketika merasakan kebimbangan hati Jenderal Sudirman ketika akan meneruskan perang gerilya.
  2. Kepedihan hati seseorang pejuang di tengah - tengah kancah peperangan melawan musuh yang sangat kuat.
  3. Harapan seorang pejuang agar Jenderal Sudirman segera memutuskan untuk kembali berperang mengusir penjajah. 

9. Baris - baris yang menunjukkan kesan perasaan bimbang pada Jenderal Sudirman yang ditangkap oleh seorang prajurit adalah ..... D
  1. Bimbang telah datang pada nyala / langit tergantung suram
  2. Kata - kata berantakan pada arti sendiri
  3. Bimbang telah datang pada nyala / dan cinta tanah air akan berupa / peluru dalam darah / serta nilai yang bertebaran sepanjang masa / bertanya akan kesudahan ujian / mati atau tiada mati - matinya.

10. Sikap penyair terhadap pembaca pada puisi di atas, yakni ..... B
  1. Membiarkan pembaca memahami sendiri paparan peristiwa dalam puisi.
  2. Mengajak pembaca untuk merenungkan kepedihan yang dialami pejuang.
  3. Membiarkan pembaca merasakan kebimbangan yang dialami pejuang.
 
=====================================

Kegiatan Belajar 2

Persiapan Membaca Puisi dan Pelatihan Membaca Puisi
          
Kegiatan paling awal dalam membaca puisi adalah memilih puisi yang akan dibacakan. Puisi yang akan dibacakan seharusnya mengandung nilai - nilai kesastraan yang tinggi, dengan ciri - ciri :
  • mengandung totalitas sajak
  • memiliki kejelasan dan kekuatan ide
  • pokok persoalan, dan
  • tema
Dan penyair memiliki kekhasan dalam hal ekspresi penyampaian.  
          
Pertimbangan pokok dalam memilih puisi adalah mempertimbangkan potensi puisi jika dibacakan. Pada tahap ini kita mempertimbangkan apakah larik - larik yang tertulis dalam sajak tersebut jika dibacakan memiliki potensi satuan - satuan bunyi yang oratoris. Hal lain yang perlu kita pertimbangkan dalam persiapan pembacaan puisi adalah tujuan karena tujuan pembacaan menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan jenis, tema, bentuk, bahasa dari puisi yang akan kita baca.
          
Faktor - faktor yang dipertimbangkan dalam pembacaan puisi jika ditinjau dari segi penonton meliputi umur, tingkat pendidikan, latar belakang keyakinan dan kultural, pekerjaan, dan sebagainya.
          
Hal - hal yang harus dikuasai seseorang agar menjadi pembaca puisi yang berhasil meliputi pengetahuan yang luas tentang hidup, manusia, dan problema kemanusiaan, kekayaan pengalaman yang berkaitan dengan seluk - beluk kehidupan, kekayaan pengalaman yang berkaitan dengan seluk - beluk kehidupan baik yang diperoleh secara langsung maupun pengamatan secara cermat, sikap yang baik terhadap puisi, dan pengetahuan serta pengalaman apresiasi yang luas.
          
Puisi yang dipilih sebagai bahan pembacaan puisi adalah puisi yang auditoris dan kontemplatif. Artinya, puisi yang mengandung komposisi bunyi yang harmonis sehingga dapat dibacakan dengan jelas dan menimbulkan efek bunyi yang indah dan puisi yang memiliki daya untuk mengajak pembaca dan penonton merenungkan nilai kehidupan yang penting, benar, dan tengah dirindukan oleh masyarakat. Manfaat latihan suara, yakni menyiapkan seorang calon pembaca puisi agar memiliki kualitas suara yang memadai (fasih, lancar, lantang, merdu) dan mengandung muatan fungsi motif, emosi, dan imajinasi. Aspek - aspek yang dinilai dalam pembacaan puisi, antara lain pemahaman isi teks, kualitas suara dan teknik pembacaan, ekspresi wajah dan gerak penyerta, serta kreativitas penampilan (gaya).


=====================================
MKDU4110 - BAHASA INDONESIA


RANGKUMAN
MODUL 9

Teknik Membaca Prosa dan Drama


Kegiatan Belajar 1

Penerapan Teknik Membaca Prosa Fiksi 
          
Terdapat dua alasan seseorang membaca prosa fiksi, yakni untuk memperoleh kesenangan (enjoyment) dan pemahaman (underslanding).
          
Pembaca fiksi dapat dibedakan menjadi dua, yakni pembaca dewasa (mature reader) dan yang belum dewasa (immature reader). Menurut A. Teeuw (1983) kode - kode yang harus dikuasai seorang pembaca mencakup kode bahasa, kode budaya, dan kode khas sastra. Dan jenis fiksi yang dapat dipilih oleh pembaca yakni fiksi hiburan (escape literature) dan karya yang bersifat interpretatif (interpretative literature). Teks fiksi dapat dibacakan untuk kepentingan performansi seni.


Tes Formatif 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !!! 

Pilihlah :
A. Jika (1) dan (2) benar
B. Jika (1) dan (3) benar
C. Jika (2) dan (3) benar
D. Jika (1), (2), dan (3) benar

Bacalah kutipan teks berikut ini dengan teliti !

Jakarta
Totolawati Tjitrawasita  
          
Ketika penjaga menyodorkan buku tamu, hatinya tersentil. Alangkah anehnya, mengunjungi adik sendiri harus mendaftarkan, padahal seingatnya, dia bukan dokter. Sambil memegang buku itu dipandangnya penjaga itu dengan hati - hati, kemudian pelan dia bertanya, " semua harus mengisi buku ini ? Sekalipun saudara atau ayahnya, umpamanya ? ".
          
Yang ditanya hanya mengangguk, menyodorkan bolpoin, " silahkan tulis : nama, alamat, dan keperluan, " katanya.
          
Tiba - tiba timbul keinginannya untuk berolok - olok. Sambil menahan ketawa ditulisnya di situ namanya Soeharto ( bukan Presiden ).
Keperluan : urusan keluarga. 
          
" Cukup ? " katanya sambil menunjukkan apa yang ditulisnya kepada penjaga. " Lelucon, lelucon ". Katanya berulang - ulang sambil menepuk - nepuk punggung penjaga yang terlongok - longok heran.
          " Dia tahu, siapa saya " ujarnya menjelaskan.
          " Tanda tangannya belum, Tuan. Dan alamatnya ? ".
          
Betul juga, ada gunanya juga menjelaskan identitasnya agar tuan rumah tahu dan memberikan sambutan yang hangat atas kedatangannya. Maka, ditulisnya di bawah tanda tangannya, lengkap : Waluyo ANOTOBOTO. Nama keluarganya sengaja dibikin kapital semua, diberi garis tebal di bawahnya. Sekali lagi dia tersenyum, rasa bangga terukir di wajahnya.
          
" Begini ? " tanyanya seperti meminta pertimbangan penjaga.
         
Terbatang adik misannya tergopoh - gopoh membuka pintu, lalu menyerbunya dengan segala rasa rindu, sambil melempar macam - macam pertanyaan kepadanya, " Bagaimana Embok, Bapak ? Tinah, anaknya sudah berapa ? ". Kemudian, dilihatnya diri sendiri menepuki punggung adiknya dan dengan suara dan gaya orang tua dia bilang, " sehat. Semua sehat. Dan mereka kirim salam rindu kepadamu ".
          
Ketika pintu berderit ia tersentak dari lamunannya dan di saat berdiri hendak menyambut adik misannya, ternyata yang keluar bukan dia ....., tetapi si penjaga.
          " Bagaimana ? " tannyanya tak sabar.
          " Duduklah Tuan, duduk saja. Pak Jenderal sedang ada tamu. Tapi saya lihat Pak Jenderal heran melihat nama Bapak di situ ".
          
Mendengar itu dia tersenyum, lalu duduk kembali di kursi. Ditepuk - tepuknya debu yang melekat di celananya, lantas diambilnya slepi dari sakunya.
          " Boleh merokok " " tanyanya minta izin.
          " Silahkan, silahkan, " kata si penjaga dengan ramah. Sikap tamu itu memang merapatkan rasa persaudaraan. Ditawarkannya rokok ke ujung hidung si penjaga.
          
" Mau ? Silahkan lho ! " yang dijawab dengan gelengan kepala dan goyangan tangan oleh si penjaga. 
          
" Baiklah, tetapi jangan panggil saya Tuan, ah, Saya bukan Tuan, Orang awam, sama seperti Saudara. Nama saya Waluyo, orang - orang memanggilku " Pak Pong ", Lihat saja nanti, Pak Jenderalmy pasti memanggil aku dengan " Pak Pong ", " Pak pOng " terlalu banyak makan singkong, kalau rakus dikasih teletong. Ooh, sejak kecil kami memang suka berolok - olok, " Dia tertawa lebar, terkenang masa kecilnya, ber-canda di atas punggung kerbau. Si penjaga sempat mencatat , gigi tamunya ompong semua.
          
" Tuan, Eh Pak Pong, petani ? " ujarnya ragu - ragu, takut kalau menyinggung perasaan.
          
" Petani ? Apa potongan saya petani ? Bukan ! Tapi waktu remaja memang kami suka pencak silat. Rupanya meninggalkan bekas juga, pada potongan tubuhku. Atau karena baju model cina ini ya ? Saya, guru SD di Desa Nggesi. Sekolah ini telah menghasilkan orang - orang besar. Murid saya yang pertama sekolah sudah kapten, ada juga yang Insinyur. Dan Pak Jenderalmu, murid yang paling jempolan. Otaknya tajam sekali, " katanya sambil mengacungkan ibu jari ke atas, memuji kepandaian adik misannya.
          
Bel yang mendadak menjerit tiga kali menghentikan dongengnya. Tampak olehnya penjaga itu sendiri dengan tergesa - gesa sambil berkata, " Tunggu sebentar, mungkin Bapak sudah diperlukan ". 
Dia melongo, " Diperlukan ? " Diperlukan ? " ujarnya di dalam hati, tidak mengerti. Disedotnya rokok dalam - dalam, asapnya ditiupkan ke atas. Terbayang kembali di depan matanya Paijo yang kurus kering makan satu meja, tidur sepembaringan, adik misannya sendiri. Pernah ada bisul di pantatnya, lantas ditumbukkan daun kecubung untuk obat. Waktu tubuh yang kering itu disergap kudis, dia bersepeda sepanjang lima puluh kilometer untuk beli obat ke kota buat adiknya itu. Pagi dan sore menggerus belerang, merebus air dan merendam Pijo pada kemaron yang besar. Tiga puluh lima tahun yang lalu itu, ketika semua masih anak - anak.
          
" Pak Pong mau minum apa ? " Seperti tadi, si penjaga nyelonong duduk dan menegurnya, membubarkan angan - angan masa silamnya.
" Pak Jenderal bilang saya harus menemani Bapak, sebab Pak Jenderal lagi sibuk. Sebentar lagi ada tamu istimewa, Pak Menteri, minumnya apa, Pak ? Juice ? Coca Cola ? ".
          
" Apa saja, boleh. Kopi kalau ada, " ujarnya merendah . .....

1. Kode - kode budaya dalam teks di atas dapat ditemukan dalam wujud ..... D
1. pemilihan nama tokoh
2. tata krama interaksi antartokoh
3. kebiasaan hidup tokoh

2. Interpretasi terhadap makna teks di atas dapat dilakukan dengan memahami kode - kode sastra yang berupa ..... D
1. alur cerita ( plot )
2. tokoh cerita
3. latar ( setting ) cerita

3. Hal - hal yang menandai bahwa kutipan teks di atas dapat dikategorikan sebagai prosa fiksi interpretatif, ialah ..... A
1. masalah yang diketengahkan pengarang
2. masalah yang dihadapi tokoh
3. masalah yang belum terselesaikan

4. Paparan kebahasaan yang digunakan sebagai media ekspresi pengarang ditemukan dalam bentuk ..... B
1. naratif
2. deskriptif
3. dramatik ) dialog, monolog, dan action )

5. Apabila kutipan cerpen di atas digunakan sebagai bahan kegiatan performansi seni membaca cerpen secara berkelompok maka diperlukan pembaca yang berperan sebagai ..... D
1. narator
2. Pak Pong
3. Penjaga  


=====================================

Kegiatan Belajar 2

Penerapan Teknik Membaca Drama
          
Drama adalah suatu kisahkehidupan yang disampaikan dalam bentuk dialog, diproyeksikan di atas pentas di hadapan penonton. Persiapan yang harus dilakukan seorang calon aktor ketika akan berlatih membaca naskah mencakup persiapan fisik dan mental. Kriteria yang secara umum digunakan untuk mengukur kelayakan naskah ada dua, yakni playabie dan artabie. Sutradara perlu memahami dengan baik latar belakang calon penontonya, misalnya umur, jenis kelamin, usia, sikap, adat - istiadat, latar belakang keyakinan, kesenian daerah, dan harapan hidupnya. Latihan yang perlu dilakukan seorang calon aktor sebelum berlatih membaca naskah, antara lain latihan pernapasan dan latihan vokal.


Tes Formatif 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !!! 

Pilihlah :
A. Jika (1) dan (2) benar
B. Jika (1) dan (3) benar
C. Jika (2) dan (3) benar
D. Jika (1), (2), dan (3) benar

1.Konflik dalam naskah drama di atas terjadi antara ..... D
1. Kapten Moertomo dengan Major Van Dijk
2. Kapten Moertomo dengan para tawanan
3. Kapten Moertomo dengan diri sendiri

2. Naskah drama Kapten Moertomo sesuai dipentaskan pada acara peringatan Hari Pahlawan dengan penonton ..... D
1. siswa SMP dan SMU
2. masyarakat umum
3. para narapidana kasus korupsi

3. Kemampuan seseorang untuk menghasilkan suara yang sesuai peran dan pesan dalam dialog berpengaruh pada ..... B
1. keberhasilan penggambaran watak tokoh
2. kegembiraan penonton menyaksikan pementasan
3. keberhasilan penyampaian tema dalam pementasan

4. Pengucapan dialog harus dapat mengekspresikan ..... A
1. jalan pikiran dan suasana batin ( mood ) tokoh
2. sikap, harapan, dan keyakinan dari tokoh
3. efek emosi yang dirasakan penonton

5. Dalam latihan membaca naskah, seorang pembaca harus memiliki kepekaan dalam hal ..... D
1. memahami dialog yang mengandung tema atau pesan
2. merasakan dialog yang mengandung potensi imajinatif dan efek emosi
3. merasakan perkembangan konflik antar tokoh 


=====================================

Kegiatan Belajar 3

Analisis Prosa Fiksi dan Drama
          
Unsur - unsur struktural (intrinsik) prosa fiksi yaitu plot, tokoh, tema, latar (setting), sudut pandang pengarang, dan bahasa. Adapun unsur - unsur drama sebagai naskah berupa plot, tokoh, tema, setting, dan dialog. Kisah dalam prosa fiksi dikembangkan dengan paparan naratif dan dramatik, sedangkan naskah drama dikembangkan dalam dialog. Interpretasi aspek ekstrinsik menurut Wellek dan Warren (1990) mencakup :
  1. biografi pengarang.
  2. psikologi sastra.
  3. sosial kemasyarakatan, dan 
  4. filsafat hidup dan cara berfikir.


Tes Formatif 3

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !!! 

Pilihlah :
A. Jika (1) dan (2) benar
B. Jika (1) dan (3) benar
C. Jika (2) dan (3) benar
D. Jika (1), (2), dan (3) benar
          
Bacalah kembali teks cerpen Do'a yang Mengancam karya Jujur Prananto dan naskah Kapten Moertomo karya Emil Sanossa untuk menjawab soal - soal berikut !
1. Konflik yang dialami tokoh Monsera dalam cerpen Do'a yang Mengancam disebabkan oleh ..... C
1. Kemampuan Monsera melihat masa lalu dan masa depan
2. ketidakmampuan Monsera menghadapi penderitaan hidup
3. ketidakmampuan Monsera menghadapi perubahan hidup

2. Tema dalam naskah drama Kapten Moertomo dibangun melalui konflik antar ..... A
1. Van Dijk >< Kapten Moertomo
2. Para tawanan >< Kapten Moertomo
3. Van Dijk >< Jenderal Sudirman

3. Setting dalam naskah drama Kapten Moertomo adalah ..... D
1. sebuah ruang pada markas tentara Belanda
2. pagi hari
3. tegang dan penuh suasana amarah

4. Perbedaan pengembangan watak tokoh utama antara cerpen Do'a yang Mengancam karya Jujur Prananto dengan Kapten Moertomo karya Emil Sanossa, yaitu dalam ..... D
  1. cerpen Do'a yang Mengancam watah tokoh Monsera dikembangkan secara irasional dan bertumpu pada imajinasi pengarang.
  2. naskah drama Kapten Moertomo watak tokoh Kapten Moertomo dikembangkan secara rasional dan bertumpu pada kehidupan nyata.
  3. cerpen Do'a yang Mengancam tokoh utama dikembangkan sebagai pribadi yang labil, sedangkan dalam naskah drama Kapten Moertomo tokoh utama dikembangkan dengan prinsip hidup yang jelas.

5. Pendekatan yang tepat untuk melakukan interpretasi naskah drama Kapten Moertomo adalah ..... B
1. pendekatan sosial - kemasyarakatan
2. filsafat
3. psikologi pengarang

=====================================


Kang Didi
02/25

Komentar

Postingan Populer